Senin, 30 Desember 2019
Jumat, 08 November 2019
JUDUL PTK
00.44
No comments
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Penelitian tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara bersiklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas tentunya tidak selalu berjalan sesuai yang diharapkan, ada saja permasalahan yang muncul, baik yang bersifat kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu maupun kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Berikut ini 75 contoh judul PTK.
- Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Dan Composition Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Membaca Dan Menulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
- Penggunaan Metode Role Playing (Bermain Peran) Untuk Meningkatkan Minat Belajar PKN Melalui Penggunaan Metode Ceramah
- Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas ... Di SD ...
- Peranan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Di Kelas Rendah
- Peranan Alat Peraga Untuk Peningkatan Minat Belajar Matematika
- Melalui Pemberian Hadiah (Reward) Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetisi Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD ...
- Melalui Metode Inkuiri Dan Alat Peraga Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Prestasi Pembelajaran IPA Di Kelas IV SD
- Melalui Penggunaan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika
- Peranan Alat Peraga Gambar Dalam Meningkatkan Minat Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas ... SD ...
- Peranan Kewibawaan Guru Dalam Meningkatkan Kedisplinan Kelas
- Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Pembelajaran
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar PKN Dengan Metode Discovery Learning
- Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Diskusi Informasi
- Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Observasi
- Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar Pkn Melalui Metode Bermain Peran
- Upaya Meningkatkan Gairah Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Gambar
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemberian Hadiah Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetensi
- Upaya Meningkatkan Kedisplinan Siswa Melalui Penerapan Hukuman
- Upaya Meminimalkan Miskonsepsi Dan Meningkatkan Pemahaman Konsep-Konsep IPA Melalui Pembelajaran Konstruktivistik Bagi Siswa Kelas IV SD ...
- Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses
- Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Melallui Pemberian Bimbingan Belajar Di SD ...
- Upaya Peningkatan Kedisplinan Siswa Melalui Metode Keteladanan
- Upaya Meningkatkan Pembelajaran Fisika Pada Sekolah SLTP Melalui Optimalisasi Kegiatan Laboratorium Berbasis Cooperative Learning
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Learning Pada Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Dengan Strategi Pakem Pada Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Metode Ceramah Bervariasi Pada Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Secara Efektif Pada Siswa ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Pendekatan Eksploratory Discovery
- Upaya Menumbuhkan Bakat Dan Kreativitas Siswa Kelas ... SD ... Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Discovery Learning
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Laboratory
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
- Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonsesia SD Dengan Mengefektifkan Penggunaan Media Gambar Seri
- Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pkn. Melalaui Model Pembelajaran Berbasis Portopolio Di Kelas ... SLTP ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching
- Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalu Pendekatan Inkuiri
- Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Konstruktivisme
- Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi
- Upaya Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Pelajaran Muatan Lokal
- Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Di SD Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Anak
- Upaya Peningkatan Kemampuan Bahasa Lisan (Berbicara) Melalui Metode Sosiodrama
- Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
- Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Metode Keteladanan SD ...
- Upaya Meningkatkan Prestasi Mata Pelajaran Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Mastery Learning
- Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Melalui Penggunaan Media Gambar Seri Pada Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Ketrampilan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Melalui Optimalisasi Perpaduan Hands-On Dan Minds-On Menggunakan Kit IPA Di SD ...
- Upaya Mengatasi Masalah Belajar Siswa Kelas III Melalui Bimbingan Belajar Di SD ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Dengan Pendekatan (STM) Sains Teknologi Masyarakat
- Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Di Kelas IV SD .... Dengan Model Pembelajaran Kostruktivisme
- Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas V SD ... Melalui Metode Inkuiri
- Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Dengan Pendekatan Komunikatif ...
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Pendekatan Terpadu Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas ... SD ... Melalui Metode Inkuiri
- Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Kelas ... SD ... Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Discovery
- Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Belajar IPA Kelas ... SD ... Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses
- Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Gambar
- Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Siswa Kelas ... SD ... Melalui Penggunaan Media Gambar Seri
- Upaya Meningkatkan Motivasi Kemampuan Berbicara Siswa Melalui Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Metode Quantum Teaching
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Pemberian Penguatan
- Upaya Meningkatkan Daya Kreativitas Pada Anak SD Melalui Metode Pemberian Tugas
- Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Lanjut Melalui Media Gambar
- Upaya Menimbulkan Keantusiasan Siswa Dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia Di SD Melalui Metode Quantum
- Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Karir Di SD ...
- Upaya Meningkatkan Penerapan Konsep Pelajaran PKN Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio
- Upaya Mengatasi Kenakalan Anak Yang Mencari Perhatian Di Kelas ... SD ... Dengan Bimbingan Moral
- Upaya Meningkatkan Minat Siswa Belajar Ekonomi Melalui Metode Pemberian Tugas Terstruktur Pra Pembelajaran
- Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Dengan Pendekatan Ketrampilan Proses Di SD ...
- Upaya Meningkatkan Minat Siswa Terhadap Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Cooperative Learning
- Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas ... SD ...
- Upaya Meningkatkan Ketrampilan Berbahasa Siswa Kelas ... SD ... Menggunakan Metode Diskusi
- Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Cara Repeatitif Dalam Pelajaran Matematika
- Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa Di Kelas ... SD Melalui Pembelajaran Holistik
- Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemberian Penguatan Di SD ...
- Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengarang Dengan Media Gambar Seri Di SD ...
Sumber : Berbagi Informasi | https://h-muttaqien.blogspot.com
Senin, 02 September 2019
ANALISIS HASIL ULANGAN HARIAN SISWA
16.23
No comments
ANALISIS HASIL ULANGAN HARIAN SISWA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perencanaan suatu pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru kepada siswa-siswanya harus selalu memperhatikan tuntutan keterampilan prasyarat. Suatu materi pelajaran harus terlebih dahulu dikaji oleh guru untuk mengidentifikasi keterampilan-keterampilan prasyarat yang harus terlebih dahulu dikuasai siswa sebelum dapat mempelajari materi tersebut. Guru selanjutnya harus memastikan bahwa siswa telah benar-benar menguasai keterampilan-keterampilan prasyarat tersebut. Jika ternyata siswa belum atau kurang menguasai keterampilan prasyarat tersebut, maka guru terlebih dahulu harus memantapkan penguasaan keterampilan prasyarat itu.
Rendahnya kemampuan matematis siswa-siswa sepertinya sangat mempengaruhi keberhasilan belajar matematika mereka. Berdasarkan hasil analisis ulangan harian siswa-siswa, tampak bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan pada perhitungan matematis. Kebanyakan siswa-siswa yang belum berhasil mencapai batas ketuntasan minimal disebabkan karena ketidakmampuan mereka menyelesaikan soal-soal ulangan yang diberikan pada tahapan perhitungan matematisnya. Ini bisa dimengerti, jika soal ulangan harian dalam bentuk soal pilihan ganda, maka otomatis ketidakmampuan menyelesaikan perhitungan matematis akan membuat siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan pilihan jawaban yang benar, walaupun mereka hafal konsep atau rumus yang diperlukan untuk menjawab soal tersebut. Pada soal hitungan bentuk uraianpun mereka tidak akan memperoleh nilai yang sempurna untuk setiap soal yang diberikan, karena beberapa langkah dalam menjawab soal tidak bisa mereka selesaikan dengan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Task Analysis (Analisis Hasil ulangan)
Menurut Arends (2001), task analysis (analisis hasil ulangan) adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi akan hakekat sebenarnya dari suatu keterampilan yang terstruktur dengan baik, yang akan diajarkan oleh guru. Ide pokok yang melatarbelakangi munculnya analisis hasil ulangan oleh para pakar pembelajaran adalah, bahwa suatu keterampilan yang kompleks tidak akan dapat dipelajari semuanya sekaligus dalam satu waktu tertentu. Untuk mengembangkan pemahaman yang mudah dan pada akhirnya penguasaan akan sebuah keterampilan kompleks, maka keterampilan yang kompleks tadi harus terlebih dahulu dibagi-bagi menjadi komponen-komponen bagian, sehingga dapat diajarkan berurutan dengan logis dan tahap demi tahap.
Selanjutnya Arends (2001) menyatakan bahwa analisis hasil ulangan dapat membantu guru untuk menentukan dengan tepat apa-apa saja yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat melakukan keterampilan kompleks yang diharapkan. Analisis hasil ulangan dapat dilakukan dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
Langkah 1 :
|
Mintalah penjelasan kepada orang yang menguasai dan dapat melakukan keterampilan itu, atau amati pada saat ia melakukan keterampilan itu.
|
Langkah 2 :
|
Bagi-bagilah keterampilan itu menjadi keterampilan-keterampilan bagian (sub keterampilan).
|
Langkah 3 :
|
Susunlah keterampilan-keterampilan bagian itu dengan urutan yang logis, sehingga beberapa keterampilan bagian merupakan prasyarat bagi keterampilan bagian yang lain.
|
Langkah 4 :
|
Buatlah rancangan strategi untuk mengajarkan setiap keterampilan bagian itu, dan kemudian mempersatukannya menjadi keterampilan kompleks yang utuh.
|
Guru-guru yang efektif dan berhasil dalam mengajar memang berpegang pada prinsip analisis hasil ulangan, yaitu bahwa banyak keterampilan yang terdiri atas sejumlah keterampilan bagian, dan siswa tidak akan dapat melaksanakan keterampilan tersebut secara utuh jika ada keterampilan bagian (sub keterampilan) yang belum dikuasai dengan baik (Kardi & Nur, 2001).
Bagi guru yang ingin mengajarkan suatu keterampilan, guru dapat menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang sangat cocok untuk tujuan pembelajaran semacam ini. Keterampilan-keterampilan bagian atau sub-sub keterampilan dari sebuah keterampilan kompleks selangkah demi selangkah akan dilatihkan kepada siswa melalui model pembelajaran langsung ini. Pada pembelajaran langsung ini peran guru sangat dominan (Depdiknas, 2005b; Kardi & Nur, 2001).
Peningkatan nilai rata-rata ini juga sesuai dengan pendapat Kardi & Nur, (2001) bahwa guru yang efektif dan berhasil dalam mengajar harus selalu berpegang pada prinsip analisis hasil ulangan, yaitu bahwa banyak keterampilan yang terdiri atas sejumlah keterampilan bagian, dan siswa tidak akan dapat melaksanakan keterampilan tersebut secara utuh jika ada keterampilan bagian (sub keterampilan) yang belum dikuasai dengan baik (Kardi & Nur, 2001).
B. Berbagai Analisis Hasil Ulangan
Pengolahan dan Analisis Hasil Belajar Berikut ini, contoh pengolahan hasil belajar yang diperoleh siswa dari ulangan harian:
1. Nilai ulangan harian diperoleh dari hasil tes lisan atau tertulis dan dari pengamatan atau tes praktik/perbuatan.
2. Hasil ulangan harian yang diperoleh melalui tes lisan, tertulis, dan praktik/perbuatan, setelah dikoreksi diberi nilai (skor) 1-100.
3. Cara menghitung nilai tes tertulis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Pilihan ganda, setiap soal diberi skor 1
b. Menjodohkan, setiap soal diberi skor 1
c. Isian, setiap soal diberi skor 2
d. Uraian, setiap soal diberi skor sesuai dengan bobot soal. (Pada contoh di bawah ini, skor soal uraian ditetapkan 3)
Analisis hasil penilaian dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian, tengah semester, akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas . Tes tersebut dapat berbentuk: tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, hasil ulangan, serta produk. Analisis untuk ulangan harian dengan tengah semester ditekankan untuk memperoleh informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab mengapa siswa memperoleh nilai kurang. Bagi anak yang memperoleh nilai kurang dari batas minimal ketuntasan belajar diberikan remedial, sedangkan bagi anak yang nilainya telah mencapai batas ketuntasan minimal diberikan pengayaan.
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Analisis hasil ulangan yang dilakukan guru untuk mengidentifikasi sub-sub keterampilan yang diperlukan oleh siswa sebagai keterampilan prsyarat untuk menguasai kemampuan menyelesaikan soal-soal hitungan matematika pada bahan kajian Gaya dan Tekanan; serta bahan kajian Energi telah dapat membantu siswa untuk belajar setahap demi setahap. Kemampuan untuk menyelesaikan soal-soal hitungan matematika adalah sebuah keterampilan yang kompleks. Ada keterampilan-keterampilan bagian (sub-sub keterampilan) yang harus dikuasai oleh siswa terlebih dahulu. Sub-sub keterampilan tersebut salah satunya adalah keterampilan matematis. Keterampilan matematis sendiri masih terdiri dari beberapa sub keterampilan seperti keterampilan mengalikan bilangan bulat, membagi bilangan bulat, dan lain sebagainya.
Hasil tes diagnostik kemampuan matematis yang diberikan guru peneliti di awal pembelajaran setiap bahan kajian telah membantu guru untuk menentukan berapa dan siswa mana saja yang memerlukan bimbingan dan pelatihan, serta cara memberikan bimbingan dan pelatihan, apakah secara klasikal ataukah secara individual dan pemanfaatan tutor sebaya. Lewat hasil tes diagnostik ini pula dapat dilihat keterampilan matematis mana yang telah atau yang belum dikuasai oleh siswa. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Arends (2001) bahwa analisis hasil ulangan dapat membantu guru untuk menentukan dengan tepat apa-apa saja yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat melakukan keterampilan kompleks yang diharapkan.
Peningkatan nilai rata-rata soal-soal ulangan harian yang berhubungan dengan keterampilan matematis, soal-soal yang tidak berhubungan dengan keterampilan matematis dan seluruh soal (rata-rata ulangan harian) menunjukkan bahwa seperti yang disebutkan oleh Arends (2001), bahwa untuk mengembangkan pemahaman yang mudah dan pada akhirnya penguasaan akan sebuah keterampilan kompleks, maka keterampilan yang kompleks tadi harus terlebih dahulu dibagi-bagi menjadi komponen-komponen bagian, sehingga dapat diajarkan berurutan dengan logis dan tahap demi tahap.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan diatas disarankan kepada guru dan calon guru untuk menerapkan hasil task analysis (analisis hasil ulangan) untuk meningkatkan hasil belajar matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Arends, Richard I., 2001. Learning to Teach. 5th edition. Boston: McGraw Hill.
Arikunto, S. dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Depdiknas. 2005.a. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Direktorat PLP.
Depdiknas. 2005.b. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Model-Model Pengajaran dalam Pembelajaran IPA. Jakarta: Direktorat PLP.
Depdiknas. 2005.c. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Direktorat PLP.
Kardi, S. & Nur, M., 2001. Pengajaran Langsung. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Program Pascasarjana Unesa, University Press.
Kauchack, Donald P., & Eggen, Paul D. 1993. Learning and Teaching. 2nd Edition. Boston: Allyn and Bacon.
Sukidin dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendekia.
SUPERVISI AKADEMIK
16.02
No comments
SUPERVISI AKADEMIK
Supervisi akademik adalah
serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al;
2007).
Supervisi akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential
function) dalam keseluruhan program sekolah (Weingartner, 1973; Alfonso dkk.,
1981; dan Glickman, et al; 2007). Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai
sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru.
Supervisi akademik tidak terlepas dari
penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987)
menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi
akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?,
apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?,
aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang
bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai
tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara
mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan
diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun
satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian
kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus
dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik
dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
Tujuan supervisi akademik adalah
- membantu guru mengembangkan kompetensinya,
- mengembangkan kurikulum,
- mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987).
Prinsip-prinsip supervisi akademik
- Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai
kondisi sekolah.
- Sistematis, artinya dikembangan sesuai
perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
- Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek
instrumen.
- Realistis, artinya berdasarkan kenyataan
sebenarnya.
- Antisipatif, artinya mampu menghadapi
masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
- Konstruktif, artinya mengembangkan
kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
- Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik
antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
- Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling
asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
- Demokratis, artinya supervisor tidak boleh
mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
- Aktif, artinya guru dan supervisor harus
aktif berpartisipasi.
- Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan
kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan
penuh humor
- Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan
secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
- Terpadu, artinya menyatu dengan dengan
program pendidikan.
- Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan
supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).
A.
CONTOH FORMAT SUPERVISI UNTUK SEKOLAH YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2006
1. CONTOH FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN SILABUS (KURIKULUM 2006 )
Nama Guru
:
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
No
|
Aspek Penilaian
|
Deskriptor
|
Skor
|
Ket
|
1.
|
Ketepatan dan keajegan SK/KD
|
· Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi
· Jika terjadi perubahan urutan,maka sesuai dengan
hierarki konsep disiplin ilmu atau tingkat kesulitan materi
· Ada kesesuaian antara KD dengan
komponen-komponennya (indikator, materi, kegiatan belajar,
media/sumber, evaluasi)
|
||
2.
|
Keakuratan Materi Pembelajaran
|
· Materi pembelajaran benar secara teoritis
· Materi pembelajaran mendukung pencapaian KD (Selaras
dengan KD)
· Sesuai dengan tingkat perkembangan dan bermanfaat bagi
peserta didik
|
||
3.
|
Kegiatan Pembelajaran
|
· Kegiatan
pembelajaran memuat aktivitas belajar yang berpusat pada siswa/belajar aktif
· Tahapan
kegiatan pembelajaran mendukung tercapainya KD
· Kegiatan
pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan
kecakapan hidup (personal, sosial)
· Sesuai
dengan pengalaman belajar yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran
|
||
4.
|
Indikator
|
· Rumusan
indikator berisi jabaran perilaku untuk mengukur tercapainya KD
· Rumusan
indikator berupa kata kerja operasional yang dapat diukur dan diobservasi
· Terdiri dari beberapa rumusan indikator (minimal 2
indikator) untuk setiap KD
· Tingkat kata kerja lebih rendah atau minimal sama
dengan KD
|
||
5.
|
Penilaian
|
· Alat penilaian sesuai dan mencakup seluruh
indikator
· Wujud/contoh alat penilaian jelas dan sesuai dengan
indikator
|
||
6.
|
Alokasi Waktu
|
· Alokasi
waktu sesuai dengan cakupan kompetensi
· Alokasi waktu sesuai dengan program semester yang telah
disusun
|
||
7.
|
Sumber Belajar
|
· Sumber
belajar sesuai untuk mendukung tercapainya KD
· Sumber
belajar bervariasi
|
||
Jumlah Skor Perolehan
|
||||
2. CONOH FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN
RPP (KURIKULUM 2006)
Nama Guru
:
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
No
|
Aspek Penilaian
|
Deskriptor
|
Skor
|
Keterangan
|
1.
|
Kesesuaian SK, KD, indikator, dan
alokasi waktu
|
· Rumusan standar kompetensi (SK) dan KD sesuai
dengan standar Isi
· Rumusan indikator berisi perilaku untuk mengukur
tercapainya KD dan alokasi waktu sesuai dengan cakupan kompetensi dan alokasi
yang tersedia di dalam silabus
· Rumusan indikator berupa kata kerja operasional yang
dapat diukur dan atau diobservasi dan sesuai dengan indikator yang ada di
silabus
|
||
2.
|
Tujuan Pembelaja-ran
|
· Rumusan
tujuan pembelajaran selaras dengan KD
· Rumusan
tujuan pembelajaran merupakan rincian/lebih spesifik dari KD
|
||
3.
|
Pengemb-angan materi dan bahan ajar
|
· Materi
pembelajaran benar secara teoritis
· Materi
pembelajaran mendukung pencapaian KD (Selaras dengan KD)
· Materi pembelajaran dijabarkan dalam bahan ajar secara
memadai dan kontekstual
|
||
4.
|
Metode Pembelajaran
|
· Metode
pembelajaran bervariasi
· Tiap-tiap
metode yang dicantumkan benar-benar tercermin dalam langkah-langkah
pembelajaran
|
||
5.
|
Langkah-langkah Pembelajaran
|
· Pendahuluan
berisi pengaitan kompetensi yang akan dibelajarkan dengan konteks
kehidupan siswa atau kompetensi sebelumnya.
· Kegiatan
inti dituliskan secara rinci untuk menjabarkan tahapan pencapaian KD disertai
alokasi waktu
· Inti
pembelajaran yang dirancang berfokus pada siswa
· Inti
pembelajaran memberi kesempatan siswa bekerja sama dengan teman atau
berinteraksi dengan lingkungan/masyarakat sekitar
· Penutup
pembelajaran berisi penyimpulan/ refleksi/ atau tindak lanjut (tugas
pengayaan/ pemantapan)
· Rumusan
langkah-langkah pembelajaran menggambarkan kegiatan dan materi yang akan
dicapai.
|
||
6.
|
Sumber Belajar
|
· Sumber
belajar sesuai untuk mendukung tercapainya KD
· Sumber belajar bervariasi
|
||
7.
|
Penilaian
|
· Alat penilaian sesuai dan mencakup seluruh
indikator
· Rubrik/pedoman penyekoran/kunci jawaban dicantumkan
secara jelas dan tepat
|
||
Jumlah Skor Perolehan
|
||||
3. CONTOH FORMAT INSTRUMEN SUPERVISI KEGIATAN PEMBELAJARAN (KURIKULUM 2006)
NAMA GURU
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
MATA PELAJARAN
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
NAMA SEKOLAH
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
KELAS/SEMESTER
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
HARI/TANGGAL
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
MATERI PELAJARAN
|
:
…………………………………........................................
|
|||||||||
NO
|
ASPEK
YANG DINILAI
|
NILAI
|
KET
|
|||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||||||
A
|
Pendahuluan / Pra
Pembelajaran
|
|||||||||
1.
|
Memeriksa kesiapan peserta
didik
|
|||||||||
2.
|
Melakukan kegiatan apersepsi
|
|||||||||
B
|
Kegiatan Inti Pembelajaran
|
|||||||||
◙
|
Penguasaan Materi Pelajaran
:
|
|||||||||
3.
|
Menunjukkan penguasaan
materi pembelajaran
|
|||||||||
4.
|
Mengaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan
|
|||||||||
5.
|
Menyampaikan materi dengan
jelas dan sesuai dengan hierarki belajar
|
|||||||||
6.
|
Mengaitkan materi dengan
realitas kehidupan
|
|||||||||
◙
|
Pendekatan / Strategi
Pembelajaran :
|
|||||||||
7.
|
Melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai
|
|||||||||
8.
|
Melaksanakan pembelajaran
secara runtut
|
|||||||||
9.
|
Menguasai kelas
|
|||||||||
10.
|
Melaksanakan pembelajaran
yang bersifat kontekstual
|
|||||||||
11.
|
Melaksanakan pembelajaran
yang memungkinkan tumbuh-nya kebiasaan positif
|
|||||||||
12.
|
Melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
|
|||||||||
◙
|
Pemanfaatan Sumber Belajar /
Media Pembelajaran :
|
|||||||||
13.
|
Menggunakan media secara
efektif dan efisien
|
|||||||||
14.
|
Menghasilkan pesan yang
menarik
|
|||||||||
15.
|
Melabatkan siswa dalam
pemanfaatan media
|
|||||||||
16.
|
Menumbuhkan partisipasi
aktif siswa dalam pembelajaran
|
|||||||||
17.
|
Menunjukkan sikap terbuka
terhadap respon peserta didik
|
|||||||||
18.
|
Menumbuhkan keceriaan dan
antusiasme peserta didik dalam belajar
|
|||||||||
◙
|
Penilaian Proses dan Hasil
Belajar :
|
|||||||||
19.
|
Memantau kemajuan belajar
selama proses
|
|||||||||
20.
|
Melakukan
penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
(tujuan)
|
|||||||||
◙
|
Penggunaan Bahasa :
|
|||||||||
21.
|
Menggunakan bahasa lisan dan
tulis secara jelas, baik, dan benar
|
|||||||||
22.
|
Menyampaikan pesan dengan
gaya yang sesuai
|
|||||||||
C
|
PENUTUP
|
|||||||||
23.
|
Melakukan refleksi atau
membuat rangkuman dengan me-libatkan peserta didik
|
|||||||||
24.
|
Melaksanakan tindak lanjut
dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi /
pengayaan
|
|||||||||
JUMLAH
SKOR PEROLEHAN
|
||||||||||
4. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK
Nama
Guru
: ………………………………………….
Mata
Pelajaran :
………………………………………….
Nama
Sekolah :
………………………………………….
No
|
Aspek Yang Diamati
|
Nilai
|
Ket
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
1
|
Apakah
guru memiliki SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
2
|
Apakah
guru memiliki jadwal pelajaran minimal 24 jam per minggu
|
||||||
3
|
Apakah
guru membuat program tahunan dalam tahun terakhir.
|
||||||
4
|
Apakah
guru membuat program semester untuk dua semester terakhir.
|
||||||
5
|
Apakah
guru memiliki silabus yang dibuat sendiri dan silabus dari pemerintah
|
||||||
6
|
Apakah
guru memiliki RPP yang disusun sendiri
|
||||||
7
|
Apakah
guru melakukan pembelajaran sesuai jadwal
|
||||||
8
|
Apakah
guru memiliki dan menggunakan buku teks dan buku referensi
|
||||||
9
|
Apakah
guru memilikirancangan
penilaian , penilaian , Instrumen, kunci, rubrik dan
kriteria penilaian UH.
|
||||||
10
|
Apakah
guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UTS
|
||||||
11
|
Apakah
guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik, kriteria dan kisi-kisi penilaian UAS
|
||||||
12
|
Apakah
guru mengoreksi hasil ulangan
|
||||||
13
|
Apakah
guru membuat program dan instrumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur
|
||||||
14
|
Apakah
guru mendokumen-tasikan hasil penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur
|
||||||
15
|
Apakah
guru memiliki buku daftar nilai dan berisi Nilai UH, Remidi, UTS, UAS dan
Nilai Tugas.
|
||||||
16
|
Apakah guru melakukan analisis hasil evaluasi UH.
|
||||||
17
|
Apakah
guru menyusun dan melaksanakan program remedial.
|
||||||
18
|
Apakah
guru menyusun dan melaksanakan program pengayaan.
|
||||||
19
|
Apakah
guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain
mengajar
|
||||||
20
|
Apakah guru memiliki buku agenda
mengajar
|
||||||
21
|
Apakah guru memiliki Permendiknas
nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
(Permendikbud : 54,64,65,66,81A 2013 dan Permendikbud
No.58,61,62,63 2014)
|
||||||
22
|
Apakah guru memiliki buku-buku
panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan
pengembangan bahan ajar dll)
|
||||||
23
|
Apakah guru melakukan pengembangan
bahan ajar
|
||||||
24
|
Apakah guru memiliki karya ilmiah
populer
|
||||||
25
|
Apakah guru memiliki hasil PTK
|
||||||
Jumlah
|
|||||||
Jumlah
Skor
: ..............................
Skor
Maksimal : 25
x 5 = 125
5.
INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI
KHUSUS GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) SMP/SMA/SMK
Nama
Guru
: ………………………………………….
Nama
Sekolah :
………………………………………….
No
|
Aspek Yang Diamati
|
Nilai
|
Keterangan
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
1
|
Apakah
guru memiliki SK Pembagian Tugas Pembimbingan dari kepala sekolah tahun
pelajaran terakhir.
|
||||||
2
|
Apakah
guru pembimbing memiliki perhitungan jam kegiatan pelayanan konseling di
sekolah ekivalen dengan minimal 24 jam per minggu
|
||||||
3
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Tahunan pada tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
4
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Semester tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
5
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Bulanan tahun pelajaran
terakhir
|
||||||
6
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Mingguan Layanan Konseling
|
||||||
7
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Harian Layanan Konseling
|
||||||
8
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Satuan Layanan
|
||||||
9
|
Apakah
guru pembimbing membuat Daftar Siswa Asuh dan buku pribadi
|
||||||
10
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan 9 layanan konseling (Orientasi, Informasi,
Penempatan dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling Perorangan, Bimbingan
Kelompok, Konseling Kelompok, Mediasi, Konsultasi)
|
||||||
11
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan kegiatan pendukung (Aplikasi Instrumentasi,
Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih Tangan Kasus)
|
||||||
12
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri satuan layanan kegiatan pendukung (Satkung)
|
||||||
13
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan evaluasi pelaksanaan konseling (Penilaian
Segera, Penilaian Jangka Pendek, Penilaian Jangka Panjang)
|
||||||
14
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan konseling
(semester 1 dan 2)
|
||||||
15
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan konseling
|
||||||
16
|
Apakah guru pembimbing membuat administrtasi
pelaksanaan konseling (Buku Kasus, Catatan Kejadian, Sosiometri, Grafik
Masalah, Jurnal Kegiatan BK, Buku Tamu)
|
||||||
17
|
Apakah
guru pembimbing membuat Laporan Bulanan, Laporan Semester dan Laporan Tahunan
|
||||||
18
|
Apakah
guru pembimbing melakukan layanan konseling sesuai jadwal
|
||||||
19
|
Apakah
guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain
mengajar
|
||||||
20
|
Apakah guru memiliki buku agenda
mengajar
|
||||||
21
|
Apakah guru memiliki Permendiknas
nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
|
||||||
22
|
Apakah guru memiliki buku-buku
panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan
pengembangan bahan ajar dll)
|
||||||
23
|
Apakah guru melakukan pengembangan
bahan ajar
|
||||||
24
|
Apakah guru memiliki karya ilmiah
populer
|
||||||
25
|
Apakah guru memiliki hasil PTK
|
||||||
B. CONTOH FORMAT SUPERVISI UNTUK SEKOLAH
YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013
1. INSTRUMEN SUPERVISI RPP (KURIKULUM 2013) SD/SMP/SMA/SMK (K2013)
Nama Guru
:
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Aspek yang Diamati
|
Belum Sesuai
(1)
|
Sesuai sebagian
(2)
|
Sesuai semua
(3)
|
Catatan
|
|
A.
|
Perumusan Indikator
|
||||
1
|
Indikator sesuai
dengan SKL-KI, dan KD
|
||||
2
|
Meliputi dimensi
sikap, keterampilan dan pengetahuan
|
||||
3
|
Menggunakan kata
kerja operasional yang mengandung satu prilaku
|
||||
4
|
Mengadung satu
prilaku yang dapat diobservasi
|
||||
5
|
Mencakup
level berpikir tinggi (analisis, evaluasi, atau mencipta).
|
||||
6
|
Meliputi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan/atau metakognitif (learning
how to learn)
|
||||
B.
|
Perumusan Tujuan
Pembelajaran
|
||||
7
|
Tujuan realistik,
dapat dicapai melalui proses pembelajaran
|
||||
8
|
Relevan dengan
kompetensi dasar dan indikator
|
||||
9
|
Mencakup
pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan
|
||||
10
|
Mengandung unsur
menciptakan karya
|
||||
C.
|
Materi Pelajaran
|
||||
11
|
Relevan dengan
tujuan
|
||||
12
|
Sesuai dengan
potensi peserta didik
|
||||
13
|
Kontekstual
|
||||
14
|
Sesuai dengan
perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa
|
||||
15
|
Bermanfaat untuk
peserta didik
|
||||
16
|
Materi yang
disajikan aktual
|
||||
17
|
Relevan dengan
kebutuhan siswa
|
||||
D.
|
Media Belajar
|
||||
18
|
Sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
|
||||
19
|
Memudahkan
siswa menguasai materi pelajaran
|
||||
20
|
Memfasilitasi
siswa menerapkan pendekatan saintifik
|
||||
21
|
Memberdayakan
teknologi informasi dan komunikasi
|
||||
E.
|
Metode Pembelajaran
|
||||
22
|
Sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
|
||||
23
|
Sesuai
dengan pendekatan saintifik
|
||||
24
|
Sesuai
dengan model model inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, atau proyek.
|
||||
25
|
Mengembangkan
kapasitas individu dan kerja sama peserta didik
|
||||
E.
|
Rencana Kegiatan Pembelajaran
|
||||
26
|
Menampilkan
kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
|
||||
27
|
Menjelaskan
tujuan pembelajaran
|
||||
28
|
Merencanakan
kegiatan siswa mengamati
|
||||
29
|
Merencanakan
kegiatan siswa menanya
|
||||
30
|
Merancang
kegiatan siswa mencoba
|
||||
31
|
Merancang
kegiatan siswa menalar atau mengasosiasi (eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi)
|
||||
32
|
Merancang
kegiatan siswa membentuk jejaring atau mengomunikasikan produk penalarannya
|
||||
33
|
Merangkan
kegiatan siswa berkarya atau mencipta
|
||||
34
|
Mengandung
rencana kegiatan tindak lanjut (penugasan, remedial, dan pengayaan)
|
||||
F.
|
Penilaian
|
||||
35
|
Menilai
ketercapain indikator hasil belajar
|
||||
36
|
Mengukur
sikap, pengetahuan, dan keterampilan
|
||||
37
|
Merancang
penilaian otentik
|
||||
38
|
Meliputi
rancangan instrumen tes
|
||||
39
|
merancang
penilai tugas
|
||||
40
|
Menetapkan
pedoman penskoran
|
||||
SKOR
RENCANA PELAKSANAAN PEBELAJARAN
|
|||||
Nilai
|
|||||
Kriteria:
|
|||||
Amat baik
|
86
|
s.d
|
100
|
||
Baik
|
70
|
s.d
|
85
|
||
Kurang
|
Di bawah 70
|
||||
2. CONTOH FORMAT INSTRUMEN SUPERVISI PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK(KURIKULUM
2013)
Nama Guru
:
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Nama
Sekolah :
…………………………….......................................
Aspek yang Diamati
|
Belum Sesuai
(1)
|
Sesuai sebagian
(2)
|
Sesuai semua
(3)
|
Catatan
|
|
A. Apersepsi dan
Motivasi
|
|||||
1
|
Mengaitkan materi
pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran
sebelumnya.
|
||||
2
|
Mengajukan
pertanyaan menantang.
|
||||
3
|
Menyampaikan
manfaat materi pembelajaran.
|
||||
4
|
Mendemonstrasikan
sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran.
|
||||
B. Penyampaian
Kompetensi dan Rencana Kegiatan
|
|||||
5
|
Menyampaikan
kemampuan yang akan dicapai peserta didik.
|
||||
6
|
Menyampaikan
rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan
observasi.
|
||||
C. Kegiatan Inti
|
|||||
Penguasaan Materi
Pelajaran
|
|||||
7
|
Kemampuan
menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran.
|
||||
8
|
Kemampuan
mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, perkembangan
Iptek , dan kehidupan nyata.
|
||||
9
|
Menyajikan
pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.
|
||||
10
|
Menyajikan materi
secara sistematis (mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak)
|
||||
Penerapan Strategi
Pembelajaran yang Mendidik
|
|||||
11
|
Melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
|
||||
12
|
Menfasilitasi
kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
|
||||
13
|
Melaksanakan
pembelajaran secara runtut.
|
||||
14
|
Menguasai kelas.
|
||||
15
|
Melaksanakan
pembelajaran yang bersifat kontekstual.
|
||||
16
|
Melaksanakan
pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant
effect).
|
||||
17
|
Melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.
|
||||
Penerapan Pendekatan
scientific
|
|||||
18
|
Memberikan
pertanyaan mengapa dan bagaimana.
|
||||
19
|
Memfasilitasi
peserta didik untuk mengamati.
|
||||
20
|
Memancing peserta
didik untuk bertanya.
|
||||
21
|
Memfasilitasi
peserta didik untuk mencoba.
|
||||
22
|
Memfasilitasi
peserta didik untuk menganalisis.
|
||||
23
|
Memberikan
pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berfikir yang logis dan
sistematis).
|
||||
24
|
Menyajikan
kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi.
|
||||
Pemanfaatan Sumber
Belajar/Media dalam Pembelajaran
|
|||||
25
|
Menunjukkan
keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran.
|
||||
26
|
Menunjukkan
keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran.
|
||||
27
|
Menghasilkan pesan
yang menarik.
|
||||
28
|
Melibatkan peserta
didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran.
|
||||
29
|
Melibatkan peserta
didik dalam pemanfaatan media pembelajaran.
|
||||
D. Pelibatan
Peserta Didik dalam Pembelajaran
|
|||||
30
|
Menumbuhkan
partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber
belajar.
|
||||
31
|
Merespon positif
partisipasi peserta didik.
|
||||
32
|
Menunjukkan sikap
terbuka terhadap respons peserta didik.
|
||||
33
|
Menunjukkan
hubungan antar pribadi yang kondusif.
|
||||
34
|
Menumbuhkan
keceriaan atau antuisme peserta didik dalam belajar.
|
||||
E. Melaksanakan
Penilaian Autentik
|
|||||
35
|
Menilai sikap dalam
pembelajaran
|
||||
36
|
Menilai pengetahuan
dalam proses pembelajaran
|
||||
37
|
Menilai pengetahuan
dalam proses pembelajaran
|
||||
F. Penggunaan
Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran
|
|||||
38
|
Menggunakan bahasa
lisan secara jelas dan lancar.
|
||||
39
|
Menggunakan bahasa
tulis yang baik dan benar.
|
||||
F. Penutup
pembelajaran
|
|||||
40
|
Melakukan refleksi
atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.
|
||||
41
|
Mengumpulkan hasil
kerja sebagai bahan portofolio.
|
||||
42
|
Melaksanakan tindak
lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas
pengayaan.
|
||||
Jumlah
|
|||||
Nilai
|
|||||
3. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK
Nama
Guru
: ………………………………………….
Mata
Pelajaran :
………………………………………….
Nama
Sekolah :
………………………………………….
No
|
Aspek Yang Diamati
|
Nilai
|
Ket
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
1
|
Apakah
guru memiliki SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
2
|
Apakah
guru memiliki jadwal pelajaran minimal 24 jam per minggu
|
||||||
3
|
Apakah
guru membuat program tahunan dalam tahun terakhir.
|
||||||
4
|
Apakah
guru membuat program semester untuk dua semester terakhir.
|
||||||
5
|
Apakah
guru memiliki silabus yang dibuat sendiri dan silabus dari pemerintah
|
||||||
6
|
Apakah
guru memiliki RPP yang disusun sendiri
|
||||||
7
|
Apakah
guru melakukan pembelajaran sesuai jadwal
|
||||||
8
|
Apakah
guru memiliki dan menggunakan buku teks dan buku referensi
|
||||||
9
|
Apakah
guru memilikirancangan
penilaian , penilaian , Instrumen, kunci, rubrik dan
kriteria penilaian UH.
|
||||||
10
|
Apakah
guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UTS
|
||||||
11
|
Apakah
guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik, kriteria dan kisi-kisi penilaian UAS
|
||||||
12
|
Apakah
guru mengoreksi hasil ulangan
|
||||||
13
|
Apakah
guru membuat program dan instrumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur
|
||||||
14
|
Apakah
guru mendokumen-tasikan hasil penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur
|
||||||
15
|
Apakah
guru memiliki buku daftar nilai dan berisi Nilai UH, Remidi, UTS, UAS dan
Nilai Tugas.
|
||||||
16
|
Apakah guru melakukan analisis hasil evaluasi UH.
|
||||||
17
|
Apakah
guru menyusun dan melaksanakan program remedial.
|
||||||
18
|
Apakah
guru menyusun dan melaksanakan program pengayaan.
|
||||||
19
|
Apakah
guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain
mengajar
|
||||||
20
|
Apakah guru memiliki buku agenda
mengajar
|
||||||
21
|
Apakah guru memiliki Permendiknas
nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
(Permendikbud : 54,64,65,66,81A 2013 dan Permendikbud
No.58,61,62,63 2014)
|
||||||
22
|
Apakah guru memiliki buku-buku
panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan
pengembangan bahan ajar dll)
|
||||||
23
|
Apakah guru melakukan pengembangan
bahan ajar
|
||||||
24
|
Apakah guru memiliki karya ilmiah
populer
|
||||||
25
|
Apakah guru memiliki hasil PTK
|
||||||
Jumlah
|
|||||||
4. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI KHUSUS GURU BIMBINGAN KONSELING (BK)
SMP/SMA/SMK
Nama
Guru
: ………………………………………….
Nama
Sekolah :
………………………………………….
No
|
Aspek Yang Diamati
|
Nilai
|
Ket
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
1
|
Apakah
guru memiliki SK Pembagian Tugas Pembimbingan dari kepala sekolah tahun
pelajaran terakhir.
|
||||||
2
|
Apakah
guru pembimbing memiliki perhitungan jam kegiatan pelayanan konseling di
sekolah ekivalen dengan minimal 24 jam per minggu
|
||||||
3
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Tahunan pada tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
4
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Semester tahun pelajaran
terakhir.
|
||||||
5
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Bulanan tahun pelajaran
terakhir
|
||||||
6
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Mingguan Layanan Konseling
|
||||||
7
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Program Harian Layanan Konseling
|
||||||
8
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri Satuan Layanan
|
||||||
9
|
Apakah
guru pembimbing membuat Daftar Siswa Asuh dan buku pribadi
|
||||||
10
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan 9 layanan konseling (Orientasi, Informasi,
Penempatan dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling Perorangan, Bimbingan
Kelompok, Konseling Kelompok, Mediasi, Konsultasi)
|
||||||
11
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan kegiatan pendukung (Aplikasi Instrumentasi,
Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih Tangan Kasus)
|
||||||
12
|
Apakah
guru pembimbing membuat sendiri satuan layanan kegiatan pendukung (Satkung)
|
||||||
13
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan evaluasi pelaksanaan konseling (Penilaian
Segera, Penilaian Jangka Pendek, Penilaian Jangka Panjang)
|
||||||
14
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan konseling
(semester 1 dan 2)
|
||||||
15
|
Apakah
guru pembimbing melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan konseling
|
||||||
16
|
Apakah guru pembimbing membuat administrtasi
pelaksanaan konseling (Buku Kasus, Catatan Kejadian, Sosiometri, Grafik
Masalah, Jurnal Kegiatan BK, Buku Tamu)
|
||||||
17
|
Apakah
guru pembimbing membuat Laporan Bulanan, Laporan Semester dan Laporan Tahunan
|
||||||
18
|
Apakah
guru pembimbing melakukan layanan konseling sesuai jadwal
|
||||||
19
|
Apakah
guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain
mengajar
|
||||||
20
|
Apakah guru memiliki buku agenda
mengajar
|
||||||
21
|
Apakah guru memiliki Permendiknas
nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
|
||||||
22
|
Apakah guru memiliki buku-buku
panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan
pengembangan bahan ajar dll)
|
||||||
23
|
Apakah guru melakukan pengembangan
bahan ajar
|
||||||
24
|
Apakah guru memiliki karya ilmiah
populer
|
||||||
25
|
Apakah guru memiliki hasil PTK
|
||||||
Di Salin dari: https://ainamulyana.blogspot.com/2016/04/unduh-contoh-format-supervisi-akademik.html
(Selasa, 3 Agustus 2019)
Langganan:
Postingan (Atom)






