Senin, 30 Desember 2019

silabus Permendikbud No 22 Tqhun 2016

Jumat, 08 November 2019

JUDUL PTK



Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Penelitian tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara bersiklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas tentunya tidak selalu berjalan sesuai yang diharapkan, ada saja permasalahan yang muncul, baik yang bersifat kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu maupun kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Berikut ini 75 contoh judul PTK. 
  1. Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Dan Composition Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Membaca Dan Menulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 
  2. Penggunaan Metode Role Playing (Bermain Peran) Untuk Meningkatkan Minat Belajar PKN Melalui Penggunaan Metode Ceramah 
  3. Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas ... Di SD ... 
  4. Peranan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Di Kelas Rendah 
  5. Peranan Alat Peraga Untuk Peningkatan Minat Belajar Matematika 
  6. Melalui Pemberian Hadiah (Reward) Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetisi Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD ... 
  7. Melalui Metode Inkuiri Dan Alat Peraga Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Prestasi Pembelajaran IPA Di Kelas IV SD 
  8. Melalui Penggunaan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika 
  9. Peranan Alat Peraga Gambar Dalam Meningkatkan Minat Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas ... SD ... 
  10. Peranan Kewibawaan Guru Dalam Meningkatkan Kedisplinan Kelas  
  11. Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Pembelajaran 
  12. Upaya Meningkatkan Minat Belajar PKN Dengan Metode Discovery Learning 
  13. Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Diskusi Informasi 
  14. Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Observasi 
  15. Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi 
  16. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Pkn Melalui Metode Bermain Peran 
  17. Upaya Meningkatkan Gairah Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Gambar 
  18. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemberian Hadiah Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetensi 
  19. Upaya Meningkatkan Kedisplinan Siswa Melalui Penerapan Hukuman 
  20. Upaya Meminimalkan Miskonsepsi Dan Meningkatkan Pemahaman Konsep-Konsep IPA Melalui Pembelajaran Konstruktivistik Bagi Siswa Kelas IV SD ... 
  21. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses 
  22. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Melallui Pemberian Bimbingan Belajar Di SD ... 
  23. Upaya Peningkatan Kedisplinan Siswa Melalui Metode Keteladanan 
  24. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Fisika Pada Sekolah SLTP Melalui Optimalisasi Kegiatan Laboratorium Berbasis Cooperative Learning 
  25. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Learning Pada Siswa Kelas ... SD ... 
  26. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Dengan Strategi Pakem Pada Siswa Kelas ... SD ... 
  27. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Metode Ceramah Bervariasi Pada Siswa Kelas ... SD ... 
  28. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Secara Efektif Pada Siswa ... 
  29. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Pendekatan Eksploratory Discovery 
  30. Upaya Menumbuhkan Bakat Dan Kreativitas Siswa Kelas ... SD ... Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Discovery Learning 
  31. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Laboratory 
  32. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat 
  33. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonsesia SD Dengan Mengefektifkan Penggunaan Media Gambar Seri 
  34. Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pkn. Melalaui Model Pembelajaran Berbasis Portopolio Di Kelas ... SLTP ... 
  35. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching 
  36. Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalu Pendekatan Inkuiri 
  37. Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Konstruktivisme 
  38. Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi 
  39. Upaya Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Pelajaran Muatan Lokal 
  40. Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Di SD Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Anak 
  41. Upaya Peningkatan Kemampuan Bahasa Lisan (Berbicara) Melalui Metode Sosiodrama 
  42. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 
  43. Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Metode Keteladanan SD ... 
  44. Upaya Meningkatkan Prestasi Mata Pelajaran Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Mastery Learning 
  45. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Melalui Penggunaan Media Gambar Seri Pada Siswa Kelas ... SD ... 
  46. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Melalui Optimalisasi Perpaduan Hands-On Dan Minds-On Menggunakan Kit IPA Di SD ... 
  47. Upaya Mengatasi Masalah Belajar Siswa Kelas III Melalui Bimbingan Belajar Di SD ... 
  48. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Dengan Pendekatan (STM) Sains Teknologi Masyarakat 
  49. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Di Kelas IV SD .... Dengan Model Pembelajaran Kostruktivisme 
  50. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas V SD ... Melalui Metode Inkuiri 
  51. Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Dengan Pendekatan Komunikatif ... 
  52. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Pendekatan Terpadu Siswa Kelas ... SD ... 
  53. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas ... SD ... Melalui Metode Inkuiri 
  54. Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Kelas ... SD ... Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Discovery 
  55. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Belajar IPA Kelas ... SD ... Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses 
  56. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Gambar 
  57. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Siswa Kelas ... SD ... Melalui Penggunaan Media Gambar Seri 
  58. Upaya Meningkatkan Motivasi Kemampuan Berbicara Siswa Melalui Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia 
  59. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Metode Quantum Teaching 
  60. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Pemberian Penguatan 
  61. Upaya Meningkatkan Daya Kreativitas Pada Anak SD Melalui Metode Pemberian Tugas  
  62. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Lanjut Melalui Media Gambar 
  63. Upaya Menimbulkan Keantusiasan Siswa Dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia Di SD Melalui Metode Quantum 
  64. Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Karir Di SD ... 
  65. Upaya Meningkatkan Penerapan Konsep Pelajaran PKN Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio 
  66. Upaya Mengatasi Kenakalan Anak Yang Mencari Perhatian Di Kelas ... SD ... Dengan Bimbingan Moral 
  67. Upaya Meningkatkan Minat Siswa Belajar Ekonomi Melalui Metode Pemberian Tugas Terstruktur Pra Pembelajaran 
  68. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Dengan Pendekatan Ketrampilan Proses Di SD ... 
  69. Upaya Meningkatkan Minat Siswa Terhadap Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Cooperative Learning 
  70. Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas ... SD ... 
  71. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Berbahasa Siswa Kelas ... SD ... Menggunakan Metode Diskusi 
  72. Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Cara Repeatitif Dalam Pelajaran Matematika 
  73. Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa Di Kelas ... SD Melalui Pembelajaran Holistik 
  74. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemberian Penguatan Di SD ... 
  75. Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengarang Dengan Media Gambar Seri Di SD ...

Sumber : Berbagi Informasi | https://h-muttaqien.blogspot.com

Senin, 02 September 2019

ANALISIS HASIL ULANGAN HARIAN SISWA


 ANALISIS HASIL ULANGAN HARIAN SISWA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perencanaan suatu pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru kepada siswa-siswanya harus selalu memperhatikan tuntutan keterampilan prasyarat. Suatu materi pelajaran harus terlebih dahulu dikaji oleh guru untuk mengidentifikasi keterampilan-keterampilan prasyarat yang harus terlebih dahulu dikuasai siswa sebelum dapat mempelajari materi tersebut. Guru selanjutnya harus memastikan bahwa siswa telah benar-benar menguasai keterampilan-keterampilan prasyarat tersebut. Jika ternyata siswa belum atau kurang menguasai keterampilan prasyarat tersebut, maka guru terlebih dahulu harus memantapkan penguasaan keterampilan prasyarat itu.
Rendahnya kemampuan matematis siswa-siswa sepertinya sangat mempengaruhi keberhasilan belajar matematika mereka. Berdasarkan hasil analisis ulangan harian siswa-siswa, tampak bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan pada perhitungan matematis.  Kebanyakan siswa-siswa yang belum berhasil mencapai batas ketuntasan minimal disebabkan karena ketidakmampuan mereka menyelesaikan soal-soal ulangan yang diberikan pada tahapan perhitungan matematisnya. Ini bisa dimengerti, jika soal ulangan harian dalam bentuk soal pilihan ganda, maka otomatis ketidakmampuan menyelesaikan perhitungan matematis akan membuat siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan pilihan jawaban yang benar, walaupun mereka hafal konsep atau rumus yang diperlukan untuk menjawab soal tersebut. Pada soal hitungan bentuk uraianpun mereka tidak akan memperoleh nilai yang sempurna untuk setiap soal yang diberikan, karena beberapa langkah dalam menjawab soal tidak bisa mereka selesaikan dengan benar.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Task Analysis (Analisis Hasil ulangan)
 Menurut Arends (2001), task analysis (analisis hasil ulangan) adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi akan hakekat sebenarnya dari suatu keterampilan yang terstruktur dengan baik, yang akan diajarkan oleh guru. Ide pokok yang melatarbelakangi munculnya analisis hasil ulangan oleh para pakar pembelajaran adalah, bahwa suatu keterampilan yang kompleks tidak akan dapat dipelajari semuanya sekaligus dalam satu waktu tertentu. Untuk mengembangkan pemahaman yang mudah dan pada akhirnya penguasaan akan sebuah keterampilan kompleks, maka keterampilan yang kompleks tadi harus terlebih dahulu dibagi-bagi menjadi komponen-komponen bagian, sehingga dapat diajarkan berurutan dengan logis dan tahap demi tahap.
Selanjutnya Arends (2001) menyatakan bahwa analisis hasil ulangan dapat membantu guru untuk menentukan dengan tepat apa-apa saja yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat melakukan keterampilan kompleks yang diharapkan. Analisis hasil ulangan dapat dilakukan dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
Langkah 1 :
Mintalah penjelasan kepada orang yang menguasai dan dapat melakukan keterampilan itu, atau amati pada saat ia melakukan keterampilan itu.
Langkah 2 :
Bagi-bagilah keterampilan itu menjadi keterampilan-keterampilan bagian (sub keterampilan).
Langkah 3 :
Susunlah keterampilan-keterampilan bagian itu dengan urutan yang logis, sehingga beberapa keterampilan bagian merupakan prasyarat bagi keterampilan bagian yang lain.
Langkah 4 :
Buatlah rancangan strategi untuk mengajarkan setiap keterampilan bagian itu, dan kemudian mempersatukannya menjadi keterampilan kompleks yang utuh.

 Guru-guru yang efektif dan berhasil dalam mengajar memang berpegang pada prinsip analisis hasil ulangan, yaitu bahwa banyak keterampilan yang terdiri atas sejumlah keterampilan bagian, dan siswa tidak akan dapat melaksanakan keterampilan tersebut secara utuh jika ada keterampilan bagian (sub keterampilan) yang belum dikuasai dengan baik (Kardi & Nur, 2001).
Bagi guru yang ingin mengajarkan suatu keterampilan, guru dapat menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang sangat cocok untuk tujuan pembelajaran semacam ini. Keterampilan-keterampilan bagian atau sub-sub keterampilan dari sebuah keterampilan kompleks selangkah demi selangkah akan dilatihkan kepada siswa melalui model pembelajaran langsung ini. Pada pembelajaran langsung ini peran guru sangat dominan (Depdiknas, 2005b; Kardi & Nur, 2001).
Peningkatan nilai rata-rata ini juga sesuai dengan pendapat Kardi & Nur, (2001) bahwa guru yang efektif dan berhasil dalam mengajar harus selalu berpegang pada prinsip analisis hasil ulangan, yaitu bahwa banyak keterampilan yang terdiri atas sejumlah keterampilan bagian, dan siswa tidak akan dapat melaksanakan keterampilan tersebut secara utuh jika ada keterampilan bagian (sub keterampilan) yang belum dikuasai dengan baik (Kardi & Nur, 2001).
B. Berbagai Analisis Hasil Ulangan

            Pengolahan dan Analisis Hasil Belajar Berikut ini, contoh pengolahan hasil belajar yang diperoleh siswa dari ulangan harian:
1. Nilai ulangan harian diperoleh dari hasil tes lisan atau tertulis dan dari pengamatan atau tes praktik/perbuatan.
2. Hasil ulangan harian yang diperoleh melalui tes lisan, tertulis, dan praktik/perbuatan, setelah dikoreksi diberi nilai (skor) 1-100.
3. Cara menghitung nilai tes tertulis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Pilihan ganda, setiap soal diberi skor 1
b. Menjodohkan, setiap soal diberi skor 1
c. Isian, setiap soal diberi skor 2
d. Uraian, setiap soal diberi skor sesuai dengan bobot soal. (Pada contoh di bawah ini, skor soal uraian ditetapkan 3)


Analisis hasil penilaian dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian, tengah semester, akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas . Tes tersebut dapat berbentuk: tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, hasil ulangan, serta produk. Analisis untuk ulangan harian dengan tengah semester ditekankan untuk memperoleh informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab mengapa siswa memperoleh nilai kurang. Bagi anak yang memperoleh nilai kurang dari batas minimal ketuntasan belajar diberikan remedial, sedangkan bagi anak yang nilainya telah mencapai batas ketuntasan minimal diberikan pengayaan.


BAB III
PENUTUP

a.      Kesimpulan

Analisis hasil ulangan yang dilakukan guru untuk mengidentifikasi sub-sub keterampilan yang diperlukan oleh siswa sebagai keterampilan prsyarat untuk menguasai kemampuan menyelesaikan soal-soal hitungan matematika pada bahan kajian Gaya dan Tekanan; serta bahan kajian Energi telah dapat membantu siswa untuk belajar setahap demi setahap. Kemampuan untuk menyelesaikan soal-soal hitungan matematika adalah sebuah keterampilan yang kompleks. Ada keterampilan-keterampilan bagian (sub-sub keterampilan)  yang harus dikuasai oleh siswa terlebih dahulu. Sub-sub keterampilan tersebut salah satunya adalah keterampilan matematis. Keterampilan matematis sendiri masih terdiri dari beberapa sub keterampilan seperti keterampilan mengalikan bilangan bulat, membagi bilangan bulat, dan lain sebagainya.
 Hasil tes diagnostik kemampuan matematis yang diberikan guru peneliti di awal pembelajaran setiap bahan kajian telah membantu guru untuk menentukan berapa dan siswa mana saja yang memerlukan bimbingan dan pelatihan, serta cara memberikan bimbingan dan pelatihan, apakah secara klasikal ataukah secara individual dan pemanfaatan tutor sebaya. Lewat hasil tes diagnostik ini pula dapat dilihat keterampilan matematis mana yang telah atau yang belum dikuasai oleh siswa. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Arends (2001) bahwa analisis hasil ulangan dapat membantu guru untuk menentukan dengan tepat apa-apa saja yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat melakukan keterampilan kompleks yang diharapkan.
Peningkatan nilai rata-rata soal-soal ulangan harian yang berhubungan dengan keterampilan matematis, soal-soal yang tidak berhubungan dengan keterampilan matematis dan seluruh soal (rata-rata ulangan harian) menunjukkan bahwa seperti yang disebutkan oleh Arends (2001), bahwa untuk mengembangkan pemahaman yang mudah dan pada akhirnya penguasaan akan sebuah keterampilan kompleks, maka keterampilan yang kompleks tadi harus terlebih dahulu dibagi-bagi menjadi komponen-komponen bagian, sehingga dapat diajarkan berurutan dengan logis dan tahap demi tahap.

B. Saran
Berdasarkan pembahasan diatas disarankan kepada guru dan calon guru untuk menerapkan hasil task analysis (analisis hasil ulangan) untuk meningkatkan hasil belajar matematika.

DAFTAR PUSTAKA


Arends, Richard I., 2001. Learning to Teach5th edition. Boston: McGraw Hill.

Arikunto, S. dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Depdiknas. 2005.a. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Direktorat PLP.

Depdiknas. 2005.b. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Model-Model Pengajaran dalam Pembelajaran IPA. Jakarta: Direktorat PLP.

Depdiknas. 2005.c. Materi Pelatihan Terintegrasi IPA, Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Direktorat PLP.

Kardi, S. & Nur, M., 2001. Pengajaran Langsung. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Program Pascasarjana Unesa, University Press.

Kauchack, Donald P., & Eggen, Paul D. 1993. Learning and Teaching. 2nd Edition. Boston: Allyn and Bacon.

Sukidin dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendekia.

SUPERVISI AKADEMIK

SUPERVISI AKADEMIK

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007).

Supervisi akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah (Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al; 2007). Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru.

Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja  guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Tujuan supervisi akademik adalah 
  1. membantu guru mengembangkan kompetensinya,
  2. mengembangkan kurikulum,
  3. mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987).
Prinsip-prinsip supervisi akademik
  1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
  2. Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
  3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
  4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.    
  5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
  6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
  7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
  8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
  9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
  10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
  11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
  12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
  13. Terpadu, artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
  14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).
A. CONTOH FORMAT SUPERVISI UNTUK SEKOLAH YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2006

1. CONTOH FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN SILABUS  (KURIKULUM 2006  )

        Nama    Guru                : …………………………….......................................
        Nama Sekolah            : …………………………….......................................
        Nama Sekolah            : …………………………….......................................
No
Aspek Penilaian
Deskriptor
Skor
Ket
1.            
                       
Ketepatan dan keajegan  SK/KD
·         Rumusan Standar Kompetensi  (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi
·         Jika terjadi perubahan urutan,maka sesuai dengan hierarki konsep disiplin ilmu atau tingkat kesulitan materi
·         Ada kesesuaian antara KD dengan komponen-komponennya  (indikator, materi, kegiatan belajar, media/sumber, evaluasi)
2.
Keakuratan Materi  Pembelajaran
·         Materi pembelajaran benar secara teoritis
·         Materi pembelajaran mendukung pencapaian KD (Selaras dengan KD)
·         Sesuai dengan tingkat perkembangan dan bermanfaat bagi peserta didik
3.
Kegiatan Pembelajaran
·         Kegiatan pembelajaran memuat aktivitas belajar yang berpusat pada siswa/belajar aktif
·         Tahapan kegiatan pembelajaran mendukung tercapainya KD
·         Kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk  mengembangkan kecakapan hidup (personal, sosial)
·         Sesuai dengan pengalaman belajar yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran
4.
Indikator
·         Rumusan indikator berisi jabaran perilaku untuk mengukur tercapainya KD
·         Rumusan indikator berupa kata kerja operasional yang dapat diukur dan diobservasi
·         Terdiri dari beberapa rumusan indikator (minimal 2 indikator) untuk setiap KD
·         Tingkat kata kerja lebih rendah atau minimal sama dengan KD
5.
Penilaian
·         Alat penilaian sesuai  dan mencakup seluruh indikator
·         Wujud/contoh alat penilaian jelas dan sesuai dengan indikator
6.
Alokasi Waktu
·         Alokasi waktu sesuai dengan cakupan kompetensi
·         Alokasi waktu sesuai dengan program semester yang telah disusun
7.
Sumber Belajar
·         Sumber belajar sesuai untuk mendukung tercapainya KD
·         Sumber belajar bervariasi
Jumlah Skor Perolehan


2.  CONOH FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN RPP  (KURIKULUM 2006)

Nama Guru                : …………………………….......................................
Nama Sekolah            : …………………………….......................................
Nama Sekolah            : …………………………….......................................
No
Aspek Penilaian
Deskriptor
Skor
Keterangan
1.            
                       
Kesesuaian SK, KD, indikator, dan alokasi waktu
·         Rumusan standar kompetensi  (SK) dan KD sesuai dengan standar Isi
·         Rumusan indikator berisi perilaku untuk mengukur tercapainya KD dan alokasi waktu sesuai dengan cakupan kompetensi dan alokasi yang tersedia di dalam silabus
·         Rumusan indikator berupa kata kerja operasional yang dapat diukur dan atau diobservasi dan sesuai dengan indikator yang ada di silabus
2.
Tujuan Pembelaja-ran
·         Rumusan tujuan pembelajaran selaras dengan KD
·         Rumusan tujuan pembelajaran merupakan rincian/lebih spesifik dari KD
 3.
Pengemb-angan materi dan bahan ajar
·         Materi pembelajaran benar secara teoritis
·         Materi pembelajaran mendukung pencapaian KD (Selaras dengan KD)
·         Materi pembelajaran dijabarkan dalam bahan ajar secara memadai dan kontekstual
4.
Metode Pembelajaran
·         Metode pembelajaran bervariasi
·         Tiap-tiap metode yang dicantumkan benar-benar tercermin dalam langkah-langkah pembelajaran
5.
Langkah-langkah Pembelajaran
·         Pendahuluan berisi pengaitan   kompetensi yang akan dibelajarkan dengan konteks kehidupan siswa atau kompetensi sebelumnya.
·         Kegiatan inti dituliskan secara rinci untuk menjabarkan tahapan pencapaian KD disertai alokasi waktu
·         Inti pembelajaran yang dirancang  berfokus pada siswa
·         Inti pembelajaran memberi kesempatan siswa bekerja sama dengan teman atau berinteraksi dengan lingkungan/masyarakat sekitar
·         Penutup pembelajaran berisi penyimpulan/ refleksi/ atau tindak lanjut (tugas pengayaan/ pemantapan)
·         Rumusan langkah-langkah pembelajaran menggambarkan kegiatan dan materi yang akan dicapai.
6.
Sumber Belajar
·         Sumber belajar sesuai untuk mendukung tercapainya KD
·         Sumber belajar bervariasi
7.
Penilaian
·         Alat penilaian sesuai  dan mencakup seluruh indikator
·         Rubrik/pedoman penyekoran/kunci jawaban dicantumkan secara jelas dan tepat
Jumlah Skor Perolehan



3. CONTOH FORMAT INSTRUMEN SUPERVISI KEGIATAN PEMBELAJARAN  (KURIKULUM 2006)

NAMA GURU
:  …………………………………........................................
MATA PELAJARAN
:  …………………………………........................................
NAMA SEKOLAH
:  …………………………………........................................
KELAS/SEMESTER
:  …………………………………........................................
HARI/TANGGAL
:  …………………………………........................................
MATERI PELAJARAN
:  …………………………………........................................
NO
ASPEK YANG DINILAI
NILAI
KET
1
2
3
4
5
A
 Pendahuluan / Pra Pembelajaran
1.
 Memeriksa kesiapan peserta didik
2.
 Melakukan kegiatan apersepsi
B
 Kegiatan Inti Pembelajaran
 Penguasaan Materi Pelajaran :
3.
 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
4.
 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
5.
 Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar
6.
 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
 Pendekatan / Strategi Pembelajaran :
7.
 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai
8.
 Melaksanakan pembelajaran secara runtut
9.
 Menguasai kelas
10.
 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
11.
 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuh-nya kebiasaan positif
12.
 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
 Pemanfaatan Sumber Belajar / Media Pembelajaran :
13.
 Menggunakan media secara efektif dan efisien
14.
 Menghasilkan pesan yang menarik
15.
 Melabatkan siswa dalam pemanfaatan media
16.
 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
17.
 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon peserta didik
18.
 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam belajar
 Penilaian Proses dan Hasil Belajar :
19.
 Memantau kemajuan belajar selama proses
20.
 Melakukan  penilaian  akhir  sesuai  dengan   kompetensi (tujuan)
 Penggunaan Bahasa :
21.
 Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar
22.
 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai
C
 PENUTUP
23.
 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan me-libatkan peserta didik
24.
 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi / pengayaan
JUMLAH SKOR PEROLEHAN
                                                                                   


4. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK


Nama Guru                 : ………………………………………….
Mata Pelajaran            : ………………………………………….
Nama Sekolah            : ………………………………………….
No
Aspek Yang Diamati
Nilai
Ket
1
2
3
4
5
1
Apakah guru memiliki SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah tahun pelajaran terakhir.
2
Apakah guru memiliki jadwal pelajaran minimal 24 jam per minggu
3
Apakah guru membuat program tahunan dalam tahun terakhir.
4
Apakah guru membuat program semester untuk dua semester terakhir.
5
Apakah guru memiliki silabus yang dibuat sendiri dan silabus dari pemerintah
6
Apakah guru memiliki RPP yang disusun sendiri
7
Apakah guru melakukan pembelajaran sesuai jadwal
8
Apakah guru memiliki dan menggunakan buku teks dan buku referensi
9
Apakah guru memilikirancangan penilaian , penilaian , Instrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UH.
10
Apakah guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UTS
11
Apakah guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik, kriteria dan kisi-kisi penilaian UAS
12
Apakah guru mengoreksi hasil ulangan
13
Apakah guru membuat program dan instrumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
14
Apakah guru mendokumen-tasikan hasil penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
15
Apakah guru memiliki buku daftar nilai dan berisi Nilai UH, Remidi, UTS, UAS dan Nilai Tugas.
16
Apakah guru melakukan analisis hasil evaluasi UH.
17
Apakah guru menyusun dan melaksanakan program remedial.
18
Apakah guru menyusun dan melaksanakan program pengayaan.
19
Apakah guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain mengajar
20
Apakah guru memiliki buku agenda mengajar
21
Apakah guru memiliki Permendiknas nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
(Permendikbud : 54,64,65,66,81A 2013 dan Permendikbud No.58,61,62,63 2014)
22
Apakah guru memiliki buku-buku panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan pengembangan bahan ajar dll)
23
Apakah guru melakukan pengembangan bahan ajar
24
Apakah guru memiliki karya ilmiah populer
25
Apakah guru memiliki hasil PTK
Jumlah
           
Jumlah Skor               : ..............................
Skor Maksimal            : 25 x 5 = 125

5. INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI KHUSUS  GURU BIMBINGAN  KONSELING (BK) SMP/SMA/SMK

Nama Guru                 : ………………………………………….
Nama Sekolah            : ………………………………………….
No
Aspek Yang Diamati
Nilai
Keterangan
1
2
3
4
5
1
Apakah guru memiliki SK Pembagian Tugas Pembimbingan dari kepala sekolah tahun pelajaran terakhir.
2
Apakah guru pembimbing memiliki perhitungan jam kegiatan pelayanan konseling di sekolah ekivalen dengan minimal 24 jam per minggu
3
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Tahunan pada tahun pelajaran terakhir.
4
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Semester tahun pelajaran terakhir.
5
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Bulanan tahun pelajaran terakhir
6
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Mingguan Layanan Konseling
7
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Harian Layanan Konseling
8
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Satuan Layanan
9
Apakah guru pembimbing membuat Daftar Siswa Asuh dan buku pribadi
10
Apakah guru pembimbing melaksanakan 9 layanan konseling (Orientasi, Informasi, Penempatan dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling Perorangan, Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok, Mediasi, Konsultasi)
11
Apakah guru pembimbing melaksanakan kegiatan pendukung (Aplikasi Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih Tangan Kasus)
12
Apakah guru pembimbing membuat sendiri satuan layanan kegiatan pendukung (Satkung)
13
Apakah guru pembimbing melaksanakan evaluasi pelaksanaan konseling (Penilaian Segera, Penilaian Jangka Pendek, Penilaian Jangka Panjang)
14
Apakah guru pembimbing melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan konseling (semester 1 dan 2)
15
Apakah guru pembimbing melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan konseling
16
Apakah guru pembimbing membuat administrtasi pelaksanaan konseling (Buku Kasus, Catatan Kejadian, Sosiometri, Grafik Masalah, Jurnal Kegiatan BK, Buku Tamu)
17
Apakah guru pembimbing membuat Laporan Bulanan, Laporan Semester dan Laporan Tahunan
18
Apakah guru pembimbing melakukan layanan konseling sesuai jadwal
19
Apakah guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain mengajar
20
Apakah guru memiliki buku agenda mengajar
21
Apakah guru memiliki Permendiknas nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
22
Apakah guru memiliki buku-buku panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan pengembangan bahan ajar dll)
23
Apakah guru melakukan pengembangan bahan ajar
24
Apakah guru memiliki karya ilmiah populer
25
Apakah guru memiliki hasil PTK
                                                           


B. CONTOH FORMAT SUPERVISI UNTUK SEKOLAH YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013



1. INSTRUMEN SUPERVISI RPP  (KURIKULUM 2013) SD/SMP/SMA/SMK (K2013)


Nama Guru                : …………………………….......................................
Nama Sekolah            : …………………………….......................................
Nama Sekolah            : …………………………….......................................

Aspek yang Diamati
Belum Sesuai
(1)
Sesuai sebagian
(2)
Sesuai semua
(3)
Catatan
A.
Perumusan Indikator
1
Indikator sesuai dengan SKL-KI, dan KD
2
Meliputi dimensi sikap, keterampilan dan pengetahuan
3
Menggunakan kata kerja operasional yang mengandung satu prilaku
4
Mengadung satu prilaku yang dapat diobservasi
5
Mencakup  level berpikir tinggi (analisis, evaluasi, atau mencipta).
6
Meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan/atau metakognitif (learning how to learn)
B.
Perumusan Tujuan Pembelajaran
7
Tujuan realistik, dapat dicapai melalui proses pembelajaran
8
Relevan dengan kompetensi dasar dan indikator
9
Mencakup pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan
10
Mengandung unsur menciptakan karya
C.
Materi Pelajaran
11
Relevan dengan tujuan
12
Sesuai dengan potensi peserta didik
13
Kontekstual
14
Sesuai dengan perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa
15
Bermanfaat untuk peserta didik
16
Materi yang disajikan aktual
17
Relevan dengan kebutuhan siswa
D.
Media Belajar
18
Sesuai dengan tujuan pembelajaran.
19
Memudahkan siswa menguasai materi pelajaran
20
Memfasilitasi siswa menerapkan pendekatan saintifik
21
Memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi
E.
Metode Pembelajaran
22
Sesuai dengan tujuan pembelajaran.
23
Sesuai dengan pendekatan saintifik
24
Sesuai dengan model model inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, atau proyek.
25
Mengembangkan kapasitas individu dan kerja sama peserta didik
E.
Rencana Kegiatan Pembelajaran
26
Menampilkan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
27
Menjelaskan tujuan pembelajaran
28
Merencanakan kegiatan siswa mengamati
29
Merencanakan kegiatan siswa menanya
30
Merancang kegiatan siswa mencoba
31
Merancang  kegiatan siswa menalar atau mengasosiasi (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi)
32
Merancang kegiatan siswa membentuk jejaring atau mengomunikasikan produk penalarannya
33
Merangkan kegiatan siswa berkarya atau mencipta
34
Mengandung rencana kegiatan tindak lanjut (penugasan, remedial, dan pengayaan)
F.
Penilaian
35
Menilai ketercapain indikator hasil belajar
36
Mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan
37
Merancang penilaian otentik
38
Meliputi rancangan instrumen tes
39
merancang penilai tugas
40
Menetapkan pedoman penskoran
SKOR RENCANA PELAKSANAAN PEBELAJARAN
Nilai
Kriteria:
Amat baik
86
 s.d
100
Baik
70
 s.d
85
Kurang
Di bawah 70



2. CONTOH FORMAT INSTRUMEN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK(KURIKULUM 2013)           
           Nama Guru                : …………………………….......................................
           Nama Sekolah            : …………………………….......................................
           Nama Sekolah            : …………………………….......................................

Aspek yang Diamati
Belum Sesuai
(1)
Sesuai sebagian
(2)
Sesuai semua
(3)
Catatan
A. Apersepsi dan Motivasi
1
Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya.
2
Mengajukan pertanyaan menantang.
3
Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.
4
Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran.
B. Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan
5
Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai  peserta didik.
6
Menyampaikan rencana kegiatan misalnya, individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi.
C. Kegiatan Inti
Penguasaan Materi Pelajaran
7
Kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran.
8
Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan,  perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata.
9
Menyajikan  pembahasan   materi pembelajaran dengan tepat.
10
Menyajikan materi secara sistematis  (mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak)
Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik
11
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
12
Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
13
Melaksanakan pembelajaran secara runtut.
14
Menguasai kelas.
15
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.
16
Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect).
17
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.
Penerapan Pendekatan scientific
18
Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana.
19
Memfasilitasi peserta didik untuk   mengamati.
20
Memancing peserta didik untuk  bertanya.
21
Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba.
22
Memfasilitasi peserta didik untuk   menganalisis.
23
Memberikan pertanyaan peserta didik untuk  menalar (proses berfikir yang logis dan sistematis).
24
 Menyajikan kegiatan peserta didik untuk  berkomunikasi.
Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran
25
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar  pembelajaran.
26
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan  media pembelajaran.
27
Menghasilkan pesan yang menarik.
28
Melibatkan peserta didik dalam   pemanfaatan sumber belajar pembelajaran.
29
Melibatkan peserta didik dalam   pemanfaatan   media pembelajaran.
D.  Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran
30
 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar.
31
Merespon positif partisipasi peserta didik.
32
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik.
33
Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif.
34
Menumbuhkan keceriaan atau antuisme peserta didik dalam belajar.
E. Melaksanakan Penilaian Autentik
35
Menilai sikap dalam pembelajaran
36
Menilai pengetahuan dalam proses pembelajaran
37
Menilai pengetahuan dalam proses pembelajaran
F. Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran
38
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.
39
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.
F. Penutup pembelajaran 
40
Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.
41
Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.
42
Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan  kegiatan berikutnya dan tugas  pengayaan.
Jumlah
Nilai


3. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA/SMK 
Nama Guru                 : ………………………………………….
Mata Pelajaran            : ………………………………………….
Nama Sekolah            : ………………………………………….
No
Aspek Yang Diamati
Nilai
Ket
1
2
3
4
5
1
Apakah guru memiliki SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah tahun pelajaran terakhir.
2
Apakah guru memiliki jadwal pelajaran minimal 24 jam per minggu
3
Apakah guru membuat program tahunan dalam tahun terakhir.
4
Apakah guru membuat program semester untuk dua semester terakhir.
5
Apakah guru memiliki silabus yang dibuat sendiri dan silabus dari pemerintah
6
Apakah guru memiliki RPP yang disusun sendiri
7
Apakah guru melakukan pembelajaran sesuai jadwal
8
Apakah guru memiliki dan menggunakan buku teks dan buku referensi
9
Apakah guru memilikirancangan penilaian , penilaian , Instrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UH.
10
Apakah guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UTS
11
Apakah guru memilikiInstrumen, kunci, rubrik, kriteria dan kisi-kisi penilaian UAS
12
Apakah guru mengoreksi hasil ulangan
13
Apakah guru membuat program dan instrumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
14
Apakah guru mendokumen-tasikan hasil penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
15
Apakah guru memiliki buku daftar nilai dan berisi Nilai UH, Remidi, UTS, UAS dan Nilai Tugas.
16
Apakah guru melakukan analisis hasil evaluasi UH.
17
Apakah guru menyusun dan melaksanakan program remedial.
18
Apakah guru menyusun dan melaksanakan program pengayaan.
19
Apakah guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain mengajar
20
Apakah guru memiliki buku agenda mengajar
21
Apakah guru memiliki Permendiknas nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
(Permendikbud : 54,64,65,66,81A 2013 dan Permendikbud No.58,61,62,63 2014)
22
Apakah guru memiliki buku-buku panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan pengembangan bahan ajar dll)
23
Apakah guru melakukan pengembangan bahan ajar
24
Apakah guru memiliki karya ilmiah populer
25
Apakah guru memiliki hasil PTK
Jumlah
           


4. CONTOH FORMAT INSTRUMEN MONITORING ADMINISTRASI KHUSUS  GURU BIMBINGAN  KONSELING (BK) SMP/SMA/SMK

Nama Guru                 : ………………………………………….
Nama Sekolah            : ………………………………………….
No
Aspek Yang Diamati
Nilai
Ket
1
2
3
4
5
1
Apakah guru memiliki SK Pembagian Tugas Pembimbingan dari kepala sekolah tahun pelajaran terakhir.
2
Apakah guru pembimbing memiliki perhitungan jam kegiatan pelayanan konseling di sekolah ekivalen dengan minimal 24 jam per minggu
3
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Tahunan pada tahun pelajaran terakhir.
4
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Semester tahun pelajaran terakhir.
5
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Kerja Bulanan tahun pelajaran terakhir
6
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Mingguan Layanan Konseling
7
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Program Harian Layanan Konseling
8
Apakah guru pembimbing membuat sendiri Satuan Layanan
9
Apakah guru pembimbing membuat Daftar Siswa Asuh dan buku pribadi
10
Apakah guru pembimbing melaksanakan 9 layanan konseling (Orientasi, Informasi, Penempatan dan Penyaluran, Penguasaan Konten, Konseling Perorangan, Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok, Mediasi, Konsultasi)
11
Apakah guru pembimbing melaksanakan kegiatan pendukung (Aplikasi Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih Tangan Kasus)
12
Apakah guru pembimbing membuat sendiri satuan layanan kegiatan pendukung (Satkung)
13
Apakah guru pembimbing melaksanakan evaluasi pelaksanaan konseling (Penilaian Segera, Penilaian Jangka Pendek, Penilaian Jangka Panjang)
14
Apakah guru pembimbing melaksanakan analisis hasil evaluasi pelaksanaan konseling (semester 1 dan 2)
15
Apakah guru pembimbing melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan konseling
16
Apakah guru pembimbing membuat administrtasi pelaksanaan konseling (Buku Kasus, Catatan Kejadian, Sosiometri, Grafik Masalah, Jurnal Kegiatan BK, Buku Tamu)
17
Apakah guru pembimbing membuat Laporan Bulanan, Laporan Semester dan Laporan Tahunan
18
Apakah guru pembimbing melakukan layanan konseling sesuai jadwal
19
Apakah guru mendapatkan tambahan dan memiliki data administrasi tugas selain mengajar
20
Apakah guru memiliki buku agenda mengajar
21
Apakah guru memiliki Permendiknas nomor 22, 23 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 20 tahun 2007
22
Apakah guru memiliki buku-buku panduan (panduan pengembangan RPP, panduan pengembangan silabus, panduan pengembangan bahan ajar dll)
23
Apakah guru melakukan pengembangan bahan ajar
24
Apakah guru memiliki karya ilmiah populer
25
Apakah guru memiliki hasil PTK